Demo Blog



Pada tahun 2004 adanya ancaman akan eksistensi Pendidikan Kewarganegaraan(PKn). Ancaman tersebut aAdalah adanya draft kurukulum yang dikeluarkan oleh Depdiknas pada tahun 2004 silam yang disebut sebagai draft final, yang didalamnya PKn digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sehingga otomatis PKn tidak berdiri sendiri tetapi diintegrasikan ke dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Realitas ini seolah-olah mempertegas adanya ancaman terhadap eksistensi PKn, karena dapat mengubur substansi materi-materi PKn.

Untuk menanggapi kondisi tersebut, berbagai universitas berusaha melakukan counter wacana dengan melakukan aksi dan audiensi dengan Pusat Kurikulum Diknas. Aksi yang dilakukan pada bulan Januari, Februari dan Maret dibawah payung "Konsorsium Mahasiswa PKn se-Indonesia". Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga diadakanlah Musyawarah Nasional (MUNAS) Mahasiswa PKn dan menunjuk Universitas Negeri Yogyakarta sebagai tuan rumah MUNAS.

Hasil dari MUNAS yang diikuti oleh 16 Universitas se-Indonesia disepakati dibentuknya suatu organisasi nasional mahasiswa PKn yang sifatnya permanen. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah kesatuan dari seluruh Himpunan Mahasiswa PKn se-Indonesia. Organisasi ini kemudian pada tanggal 29 Juni 2004 disepakati membentuk Himpunan Nasional Mahasiswa PKn yang disingkat HIMNAS PKn.

Itulah yang melatarbelakangi dideklarasikannya HIMNAS PKn. Visi HIMNAS PKn adalah menggalang persatuan dan kesatuan serta kerjasama antar Himpunan Mahasiswa PKn guna menjaga eksistensi dan meningkatkan peran dalam pembangunan nasional. Sedangkan Misi dari HIMNAS PKn adalah menjadi duta dan perwakilan, baik secara sistematik maupun independenuntuk menjaga, mengembangkan, dan melaksanakan nilai-nilai fundamental civic society dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945
Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.

Apa yang anda cari?

Tuliskan hal yang sedang dicari:

Apabila apa yang anda cari tidak ada,silahkan isi pada kolum komentar!